Masuk

Ingat Saya

PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP

Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father kita, yang dituangkan dalam suatu sistem. Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

Pasca Perang Dunia kedua, terjadi pertarungan antara dua ideologi. Kapitalisme yang berakar pada faham individualisme yang menjunjung tinggi kebebasan dan hak-hak individu yang menimbulkan perilaku dengan superioritas individu, kebebasan berkreasi dan berproduksi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Sementara komunisme berakar pada faham sosialisme atau kolektivisme yang lebih mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan individualisme yang melahirkan negara-negara komunis yang otoriter

Namun Indonesia menggunakan Pancasila sebagai ideologinya dimana hak-hak individu dan masyarakat diakui secara proporsional. Adapun Nilai-nilai yang dirumuskan dalam Pancasila itu diambil dari nilai-nilai yang sejak lama hadir dalam masyarakat Nusantara. Oleh karena itulah Pancasila disebut mengandung nilai-nilai dasar filsafat (philosophische grondslag), merupakan jiwa bangsa (volksgeist) atau jati diri bangsa (innerself of nation), dan menjadi cara hidup (way of life) bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

Pancasila  memiliki  bermacam-macam  fungsi  dan kedudukan, antara lain sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, ideologi negara, jiwa dan kepribadian bangsa. Pancasila juga sangat sarat akan nilai, yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Oleh karena itu, Pancasila secara normatif dapat dijadikan sebagai suatu acuan atas tindakan baik, dan secara filosofis dapat dijadikan perspektif kajian atas nilai dan norma yang berkembang dalam masyarakat

Pancasila memiliki dua fungsi yaitu pertama sebagai simbol yang mengukuhkan pendirian negara modern Indonesia yang merdeka. Ia menjadi tanda kesepakatan pendirian republik modern dimana di dalamnya bernaung berbagai kelompok, suku agama, dan wilayah. Di sini Pancasila bersifat pragmatis dalam arti ia sengaja dipilih untuk menjamin suatu kesatuan dan integrasi politik yang bernama Republik Indonesia. Kedudukan ini secara mencolok nampak dalam penetapan kembali sila-sila Pancasila ke dalam Pembukaan UUD 1945. Artinya, Pancasila harus dilihat sebagai visi bersama bagi pencapaian-pencapaian tujuan negara yang diperjuangkan.

Yang kedua, Pancasila juga dikukuhkan sebagai wawasan politik atau ideologi negara. Sebagai dasar negara, Pancasila yang digali dari budaya dan pengalaman kehidupan masyarakat Indonesia didesain sebagai rujukan bagi para penyelenggara negara dan segenap warga negara dalam melaksanakan  aktivitas kehidupannya dalam berbagai bidang dan aspeknya.

lidwinahana
Dengan